Jenis Aset Digital yang Harus Kamu Ketahui

 

Kolektibel

Saat ini, kita hidup dimana perkembangan teknologi yang terjadi begitu cepat. Mungkin, sekitar 15-20 tahun yang lalu, untuk menelpon sanak saudara yang ada di luar kota kita harus pergi ke wartel (warung telepon), tetapi saat ini kita bisa saling berkomunikasi hanya dengan melalui smartphone, dan bahkan kita bisa melakukan panggilan video.

 

Dan setelah era wartel selesai, muncullah era warnet (warung internet). Warung internet merupakan warung yang menyediakan fasilitas internet, seperti game online atau hanya sekedar bermain sosial media. Warnet sempat booming pada masanya. Ini dikarenakan pada masa itu, internet tidak semurah dan semudah sekarang untuk mendapatkannya. Tetapi, di zaman sekarang ini kita bisa berselancar di dunia maya dan bermain game online dengan mudah, dimanapun dan kapanpun hanya dengan melalui smartphone karena mudahnya dan tersebarnya jaringan internet di kota-kota besar.

 

Dan jika kamu hidup pada masa booming-nya era wartel dan warnet, maka kamu pasti merasakan perkembangan teknologi yang terjadi cukup pesat bukan? Perkembangan teknologi dan internet yang terjadi juga mempengaruhi banyak hal, termasuk aset. Kini, suatu aset tidak hanya identik dengan bentuk fisik, tetapi sekarang telah ada aset dalam bentuk digital. Lantas, apa aja sih jenis-jenis aset digital itu?

Saham

Aset digital pertama yang cukup populer saat ini adalah saham. Saham merupakan suatu aset yang ikut dalam perkembangan teknologi yang terjadi. Saham adalah bukti keikutsertaan seseorang dalam menanamkan modalnya di perusahaan bersangkutan. Jika mungkin orang tua kita dulu ketika membeli suatu saham perusahaan akan mendapatkan sebuah sertifikat fisik sebagai bukti dari kepemilikan saham, maka saat ini ketika kita membeli suatu saham, bukti kepemilikannya hanya dalam bentuk digital, yaitu berupa surat elektronik.

Crypto

Secara singkat, crypto adalah mata uang digital yang hanya bisa digunakan untuk transaksi di dunia maya dan tidak bisa dipakai untuk transaksi di dunia nyata. Crypto sendiri pun merupakan aset digital lainnya yang selama beberapa tahun kebelakang ini sedang populer dan cukup banyak digemari oleh kalangan anak muda. Kenapa? Karena aset crypto mampu menawarkan return yang tinggi. Akan tetapi, return yang tinggi itu diikuti juga risk atau resiko yang tinggi juga.

 

Dan mata uang crypto yang cukup populer adalah, seperti bitcoin, dogecoin, ethereum, binance, dan yang lainnya.

NFT

Dan aset digital terakhir yang akhir-akhir ini sedang menjadi tren dan populer adalah NFT. NFT (Non-Fungible Token) adalah suatu karya ataupun aset digital yang merepresentasikan aset fisik. Jadi, aset-aset fisik, seperti mobil klasik, perhiasan, jam tangan, direpresentasikan secara digital, seperti video game, komik digital, musik, dan aset-aset digital lainnya. NFT berbeda dengan crypto. Jika crypto merupakan fungible token atau token yang dapat dipertukarkan, maka NFT sesuai namanya yaitu non-fungible token merupakan token yang tidak dapat dipertukarkan.

Kolektibel

Kolektibel adalah platform NFT pertama di Indonesia yang menampilkan dan menyediakan aksi dan momen terbaik khusus pada bidang olahraga, seni dan budaya, bahkan hingga lifestyle. Kolektibel sendiri menggunakan Vexanium blockchain sebagai basis tempat penyimpanan data-datanya. Fyi, Vexanium blockchain adalah public blockchain yang dibuat dan asli dari Indonesia sejak tahun 2018, dan yang paling penting adalah Vexanium blockchain ini sudah menjadi entitas yang legal juga lho, menarik bukan menggunakan platform dan blockchain asli Indonesia?

 

Jadi, di antara 3 aset digital tersebut, mana yang menarik perhatian kamu? Saham, crypto, atau NFT?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Jenis Aset Digital yang Harus Kamu Ketahui"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel